Lebih Dekat Bersama Owner Loempia Bom

Rahmat Kurniawan

Pemilik Loempia Bom

Rahmat Kurniawan mulai merintis bisnis nya sejak tahun, dengan modal awal Rp. 4 juta. Berupa gerobak bertenda yang berlokasi dekat kampus Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Awalnya hanya untuk  mewadahi hobi memasak sang ibu. Karena menyasar segmen mahasiswa, ia membuat usaha menu penyetan dengan produk yang dijual antara lain tempe, tahu penyet, dan ayam penyet. Keunggulan usaha ini punya sambal yang paling pedas di Purwokerto. Selain itu menu aneka penyetannya juga disajikan dengan tambahan kremesan sebuah keunikan karena waktu itu belum ada usaha penyetan yang pakai kremesan

Lumpia BOM bikin laris

Ketika usaha kedai penyetannya makin dikenal, tahun 2009 Wawan mencoba menu baru yaitu lumpia.  Agar tampil unik, lumpia dibuat ukuran besar dan dinamakan Loempia BOM. Pemilik Loempia BOM dari Purwokerto  ini meramu lumpia yang bisa disajikan bersama nasi, sambal, kremesan, dan lalapan. Isi lumpia adalah perpaduan telur, sayuran dan 12 macam pilihan isi, antara lain ayam, daging, bakso, sosis, ati, jamur, seafood cumi dan udang. Sambal yang disediakan dan spesial yaitu sambal bajag yang rasanya super pedas.

Seperti prediksi Wawan, lumpia bom ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Favorit pelanggan adalah, lumpia bom ayam. Omzet bisnis pun terus meningkat, sehingga ia mampu membuka cabang/outlet. Ada yang berupa resto reguler dan ada juga resto mini. Untuk resto mini berupa bangunan permanen dengan ukuran  8 m x 3 m. Sementara resto reguler berupa bangunan permanen dengan ukuran 15 m x 10 m.

Tahun 2010 ia membuka 6 gerai di Yogya. Dikarenakan salah perhitungan akibat membuka 6 gerai sekaligus di 1 kota sedangkan waktu itu manajemen belum kuat, sumber daya manusia kurang, dan biaya untuk operasional 6 cabang sekaligus cukup besar. Akhirnya keenam outlet itu hanya bertahan sekitar 6 bulan saja.

Berkembang lewat kemitraan

Dari kegagalan itu, Wawan mulai berpikir tentang konsep kemitraan. Ia menawarkan dua paket  kemitraan dengan harga Rp. 70 juta dalam bentuk resto mini dan 200 juta dalam bentuk resto reguler.

Mitra akan disuply semua bahan baku dan produk dari Kantor Pusat di Purwokerto. Karena keunikan lumpia bom yang memiliki ukuran besar dan rasa yang selalu bikin ketagihan, respon dari konsumen yang berasal dari semua lapisan masyarakat ini makin lama makin bertambah bagus.

Saat ini khusus di  Purwokerto, sudah ada 5 gerai milik Wawan dan 9 gerai milik mitra. Sukses di kota Purwokerto, Wawan mencoba peruntungan di kota lain Gerai mitra lainnya tersebar di  Cilacap, Purbalingga, Cirebon, Semarang, dan Jakarta hingga Madiun

Pendidikan terakhir

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2000 – 2004

Nama Istri

Aris Pujiarti

Nama Ibu

Ilah Sursilah